Welcome Animation


Minggu, 15 Februari 2015

Arti Nama MIA ULFAH ANDINI

Arti Nama MIA ULFAH ANDINI

Mia berasal dari bahasa arab yang artinya air. Sifat air adalah selalu mengikuti bentuk dari wadahnya yang artinya bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan. Namun sifat air tersebut juga bisa bermakna tidak teguh pendirian (semoga tidak). Dalam bahasa Indonesia dan juga Italia, Mia juga berarti ‘milikku’. Di Skanidavia, Mia berarti ‘lautan kesedihan’. Sementara dalam bahasa Latin, Mia berarti ‘bintang di lautan’. Menurut sumber yang saya baca, kesan seorang ‘Mia’—seorang gadis yang menakjubkan, bersifat mandiri dan percaya diri, menyukai kesenian dan kejujuran. Ia tahu bagaimana  caranya bersenang-senang dalam hidupnya.

Ulfah berasal dari bahasa arab yang artinya keramahtamahan, keakraban, dan persahabatan. Namun ada juga yang menyebutkan bahwa arti nama ‘Ulfah’ adalah pemberani. Jadi, kesan seorang yang bernaha ‘Ulfah’—gadis pemberani namun tetap ramah, akrab, dan bersahabat.

Andini adalah nama yang  berasal dari Kawi-Jawa Indonesia yang berarti taat atau penurut. Kesan seorang yang bernama ‘Andini’ pun seperti itu pula—taat dan penurut.


Jadi saya bisa menyimpulkan  nama saya sendiri yang baru saya sadarai bahwa nama saya memiliki makna yang diluar dugaan saya. Mia Ulfah Andini—bersifat seperti air yang mudah menyesuaikan diri juga seperti bintang di lautan, pemberani, ramah, dan penurut. Semoga kesan positif pada nama saya benar adanya. Saya bersyukur orang tua saya memberi nama se-bermakna indah ini (menurut saya). Dan mungkin saja orang tua saya punya alasan tersendiri dengan nama ini. However, I proud of this name. 

Sabtu, 30 Oktober 2010

Sudah Terlambat

Sudah Terlambat
Mama sudah berulang kali berteriak menyuruh Keke segera tidur karena sudah larut.Namun Keke masih juga bermain-main dengan boneka-boneka koleksinya.Keke memang senang sekali mengoleksi boneka.Bahkan kamarnya pun terlihat seperti toko boneka karena di kamarnya ada beberapa rak yang dipenuhi boneka.Akhirnya Keke tertidur sendiri dengan masih memegang boneka kesayangannya.
Besoknya Keke terlambat ke sekolah.”Lihatlah.pagi benar kau datang”sindir pak guru.Keke tersenyum malu.Pelajaran di mulai,semua murid duduk dengan rapid an tanpa suara.Ketika istirahat,Keke,Nika,dan Rere pergi ke kantin bersamaan.Mereka berbincang membicarakan rencana main ke festival buku anak hari minggu besok.
Malamnya Keke senang sekali karna besok hari libur,ia bisa bermain boneka sepuasnya.Akan tetapi dia lupa kalau ada acara pergi ke festival buku anak pukul delapan.
Besoknya mama membangunkan Keke tapi Keke tidak mendengar karena tertidur lelap.Dirumah hanya ada Keke sendirian.Mama ke arisan,papa ada sedang tugas di luar kota,kakak pun pergi kursus.Waktu bangun Keke terkejut melihat jam weker.”Hah,jam sebelas”.Dia langsung melihat tempat janjian dengan teman-temannya yang akan pergi ke festival.Ternya mereka sudah berangkat.Keke merasa ingin menangis.Mau menyusul,tidak ada waktu karena harus mandi dulu.Kan festival cumin sampai jam dua belas.Dia sudah terlambat.Di dalam hati Keke berjanji tidak akan tidur larut lagi.

Curiga Nesa Memata-matai Fina

Curiga Nesa Memata-matai Fina
Nesa memang paling cepat dalam mengumpulkan ulangan.Dia itu curang,kalau lagi ulangan suka liat buku padahal kan itu gak boleh.Sayang ,ibu guru tidak tahu kalau Nesa suka menyontek.Dia hanya punya satu teman,itu Darena.mereka selalu kompak dalam menghina teman yang tidak bisa menjawab soal.Mereka sombong,mentang mentang mereka pintar.
Suatu hari ,Pak Guru membawa seorang anak perempuan.Ternyata dia murid baru,namanya Fina Darlina,orangnya cantik,imut,baik,dan pintar.Meskipun murid baru,tetapi dia sudah akrab dengan murid lainnya.Baru satu hari Fina sekolah disini,akan tetapi kepintarannya sudah melebihi Nesa.”Huh..baru masuk sudah melebihi aku nilainya,awas ya aku akan mengerjaimu supaya kamu bertekuk lutut padaku,dan aku akan menguasai kelas ini lagi.”Kata Nesa sombong.
Pulangnya,Fina bersamaan dengan Wika teman sebangkunya.Fina dan Wika memang sudahakrab karena Fina adalah sahabat penanya ketika Fina masih ada di Surabaya,selain itu Rumah Fina satu jurusn dengan Wika,cuman beda kelurahan.Jarak rumah Wika dan rumah Fina agak jauh,2km.Mereka pulang dengan menggunakan bus sekolah.Karena sekarang rumahnya sudah dekat,tinggal naik angkutanumum juga sudah sampai.Selain itu mereka punya hoby yang sama yaitu membaca dan berenang .Jadi lain kali mereka suka berenang bersama atau ke perpustakaan bersama.

Sebulan kemudian, emosi Nesa mulai memuncak ketika mendengar pengumuman bahwa ketua kelasnya adalah Fina,dia akan berniat untuk membuat dirinya menjadi ketua kelas lagi seperti dulu wak tu Fina belum ada di sekolah ini.
. Suatu hari Fina dan Wika datang ke sekolah dengan memakai bando yang sama.Nesa dan Darena merasa iri dengan mereka yang kompak.”Lihat siapa yang datang,musuh kita kompak sekali,kita harus seperti mereka supaya kita kelihatan kompak.”Nesa iri.”Iah kita tidak boleh kalah dengan mereka,kita kan lebih kaya dari mereka”jawab Darena sombong.”Kalau begitu kita kerjai saja mereka.”piker Darena.”Benar juga kau”tanggap Nesa
Hari selanjutnya ,Nesa berniat menaruh tempat pensilnya di tas Fina supaya murid lain mengira bahwa Fina itu maling.”Rasakan kau Fina,rasakan akibatnya karena kamu telah mengalih posisiku di kelas ini.”Dia membuat aku rangking dua,kan dulu aku rangking ke satu waktu Fina belum ada di sekolah ini.Tapi sejak dia ada di sini aku jadi nurun tingkat,semua murid juga suka sama dia,padahal aku lebih pantas untuk jadi ketua kelas disini.Tapi usaha mereka tidak berhasil karena keburu terlihat pak guru.
Suatu hari, Fina bermain ke rumah Wika,maksudnya di ingin mengajak Wika untuk berenang.”Ketika Fina turun dari mobil dia melihat ada Nesa dan Darena yang sedang jalan jalan di trotoar jalana tepa di depan rumah Wika.”Sedang apa mereka disana?kok sepertinya akan masuk ke toko aksesoris yang ada di pinggir rumah Wika.”Fina, penasaran.Lalu dia masuk ke lingkungan rumah Wika.Dia masuk ke rumah ketika Wika menyuruhnya menuggu dia yang akan membereskan baju renangnya.”Ayo Fin, kita berangkat.”kata Wika sambil menutup pintu kamarnya.”Oh, kamu sudah siap,ayo kita naik mobil aku saja, aku diantar supirku,nanti kalau sudah selesai aku akan meneleponnya untuk minta dijemput.”
Ketika Fina dan Wika masuk ke mobil ,Nesa dan Darena melihat mereka.”Hus, itu bukannya Fina sama Wika yah, mereka mau kemana,ya?”Darena penasaran.”Kita ikutin yuk, keburu mereka jauh.”kata Nesa.”Mau pake apa Nes,mereka kan pake mobil, masa kita lari sih.”keluh Darena.”Ya pake ojek dong,bodoh kamu.”bentak Nesa.Mereka mengikuti Fina dan Wika,dan mereka pun tahu bahwa Fina dan Wika akan berenang.
Sebenarnya ,Fina danWika tahu bahwa mereka mengikutinya dari belakang.Namun,Wika tidak peduli ,dia piker kalau dia jiajak ,maka acaranya jadi ribet.Tepat di hari ulang tahunnya,Fina kedatangan tamu istimewa,teman sekelasnya datang ke rumahnya.”Selamat ulang tahun Fina.”Teman teman nya memberi kejutan.Wika member hadiah kelinci karena dia tahu bahwa Fina suka kelinci.Sedangkan temannya yang lain member hadiah juga.Dan juga kue ulang tahun.Melihat itu Nesa sadar bahwa disenangi teman dengan cara yang baik akan di beri yang baik juga.”Fina, maaf ya aku telah mematamataimu slama ini.”Nesa memohon.Fina terkejut,dan akhirnya ia dan Nesa jadi akrab.

Manisnya Buah Apel

Manisnya Buah Apel Tak Semanis Hati Nafisa
Hari itu Nafisa sangat senang sekali.Dia sekarang dapat hadiah.Dia menang di lomba menyanyi.Nafisa memang mempunyai suara yang merdu,yang bisa menarik hati para penonton dan dewan juri.
Di saat liburan ,dia berlibur ke malang untuk mengunjungi sepupunya disana.Dia pergi bersama kakaknya yang bernama kak Nabila.Di perjalanan Nafisa selalu memikirkan apel yang ada di kebun pakde,pamannya yang ada di malang.
Setibanya di stasiun malang,mereka di jemput pakde dan anaknya Afran.Mereka pun pergi e rumah pakde menaiki angkot lalu berjalan menyusuri perkebunan apel yang luas.”Wah aku jadi tidak sabar untuk memakan buah apel yang manis ini,”kata Nafisa sambil melihat lihat pohon apel yang sedang berbuah.
“Haduh capek sekali,”kata kak Nabila sambil duduk di atas kursi bambu. Nafisa duduk di teras rumah pakde yang sedrhana akan tetapi rumahnya terlihat indah dan rapih karena ditanami pohon dan bunga.Lalu di depan rumahnya ada kolaam ikan yang luas seperti danau.
“Paman boleh memetik buah apel sekarang,aku ingin makan sekarang”kata Nafisa.”Jangan sekarang.Kaliankan baru sampai,kalian pasti capek,kalau mau ambil saja apel yang sudah dipetik.Tuh ada di keranjang buah di dapur.”Kata pakde.Wah pakde baik sekali.Nafisa lalu pergi kedapur membawa apel yang terkenal manis sekali.”Aku senang sekali bisa menikmati apel malang yang manis dan segar,”puji Nafisa sambil memakan apel di teras rumah pakde yang adem tertiup angin sepoi-sepoi dari perkebunan di atas bukit.
Malamnya,Nafisa dan kak Nabila membereskan bajunya ke dalam lemari di kamar yang kosong.Ketika mereka selesai membereskan baju, mereka diajak Afran untuk jajan ke warung di pinggir jalan.Afran memang sudah biasa jajan di malam hari ketika bulan purnama,katanya bisa sambil melihat bulan sambil bermain dengan teman-temannya.Tapi di jalan seperti ada orang di kebun pakde.Sebenarnya Afran mau menghampiri,tapidia takut.Lagi pula itu bukan siapa siapa.
Esok harinya,kak Nabila,Nafisa ,Afran,dan pakde pergi keperkebunan apel untuk panen apel.Tapi alangkah anehyna.Pohon yang seharusnya berbuah,malah tidak ada buah sama sekali.”Mana buahnya paman ?kok tidak ada?”Tanya Nafisa.”Pakde juga heran,kemarin buahnya ada kok,tapi sekarang entah kemana,”jawab pakde.”Mungkin dicuri”tanggap kak Nabila.Mereka pun pulang dengan sedih.
Setelah tiba di rumah,Afaran mengajak Nafisa untuk membawa sepedanya ke bengkel.Tiba disana mereka duduk di bangku menunggu sepedanya selesai di perbaiki.”Bang tolong kompa ban depannya,”sahut seorang anak dengan sepeda berkeranjang.Keranjng itu dipenuhi dengan buah apel.Afran dan Nafisa heran.”Hei kau dapatkan buah apel sebanyak itu dari mana?”Tanya Afran.”Saya juga tidak tahu,ini apel pemberian kakak saya,kakak saya waktu malam pergi memetik apel,”Jawab anak itu.
“Memangnya kamu punya perkebunan?’tanya Nafisa.”Tidak juga,kakakku memetik disana,”jawab anak itu seraya menunjuk ke kebun milik pakde.”Tuh betulkan dugaanku”kata Afran.
Besoknya Nafisa dan Afran pergi ke rumah anak itu.”Assalamu alaikum , prmisa”kata Afran dan Nafisa.”Waalaikumsalam”sahut seorang anak laki-laki.”Ada keperluan apa kalian kemari?”Tanya anak itu.”Begini,apakah kamu memetik buah apel di perkebunan ayahku kemarin malam?”Tanya Afran.”Tidak”jawab anak itu.”Tapi adikmu ini mengatakan bahwa kamu mengambil buah apel dari perkebunan “jelas Afran.”Ya,memang benar aku mencuri apel,aku minta maaf,ini ku kembalikan apelmu”kata anak itu.”Afran,lebih baik ambil setengahnya saja.Kasian dia,dia ingin apel”kata Nafisa.
Lalu mereka berkenalan dan menjadi teman bermain.Ternyata meskipun anak laki-laki itu sudah mencuri,tapi dia tidak akan mengulanginya

Selasa, 21 September 2010

Pelangi di Ujung Desa

Pelangi di Ujung Desa


Rencana Untuk Hari Libur
“Teng…teng… teng.”Bel berbunyi tiga kali,pertanda belajar usai.Anak anak pun berebut keluar kelas.Hari ini Sukma sangat gembira karena di mendapat rangking satu .Semua itu berkat ketekunan Sukma selama ini.Sukma adalah anak yang rajin,baik,dan tekun,sehingga dia punya banyak teman.
Setibanya di rumah “bu –pak,lihatlah raporku,aku dapat rangking satu di kelas.”Sahut Sukma.”Mana hasil belajarmu slama ini,bapak ingin melihatnya.”Pinta Pak Darmawan,ayah Sukma.”Ibu juga mau lihat.”Teriak Ibu Darmawan dari dapur yang sedang masak makan siang.”Ini bu, bagaimana bagus kan nilai Sukma.”Kata Sukma ingin di puji ibunya.”Wah ini baru anak ibu,nilainya bagus semua.”Puji Ibu Darmawan.
Pada malam harinya,ibu,bapak,Ardian{adik Sukma},dan Sukma berkumpul da ruang keluarga.”Sukma,karena kamu sudah membuat bapak dan ibumu bangga,maka sekarang kamu akan liburan semester kemana.”Rencananya aku dan teman-temanku akan berkemah di Bukit Serunai di sebelah desa ini.Apakah bapak dan ibu akan mengizinkanku?”Tanya Sukma.Bukit serunai memang nyaman untuk tempat berkemah ,karena Bukit Serunai merupakan kawasan yang dilindungi kelestariannya.Lalu ibu dan bapak bertatap-tatapan sambil menganggukan kepala, lalu”boleh saja,lagipula itu kan supaya kamu lebih mandiri.Asal kamu jangan lupa beribadah,jangan main saja.”Tanggap bapak sambil menasihati Sukma.”Lalu kapan kamu akan berangkat?”Tanya ibu.”Besok lusa bu,kalau tidak ada halangan.”Jawab Sukma.”Laalu siapa saja yang ikut berkemah?”Ibu bertanya lagi.”Saya,Hasan,Barli,Dasen.Itu kelompok laki-laki.Sementara kelompok perempuan,Marni,Reni,Rahma,dan Wiwit.Kebetulan ketua kelompok laki-laki saya,sementara perempuan Rahma.”Jelas Sukma.











Tantangan Menuju Bukit Serunai
Tibalah saatnya kelompok yang akan berkemah itu berangkat.Mereka pergi berjalan kaki menyusuri jalan setapak sambil menikmati pemandangan alam yang luar biasa indahnya.Tiba –tiba kelompok laki –laki mandengar suara teriakan kelompok perempuan .Sukma dan kawan-kawannya pun segera menoleh ke belakang.”Ada apa dengan kalian?apakah ada masalah.”Tanya Sukma dengan panik.”Wiwit tercebur ke sungai,kakinya lecet”Lapor Rahma.”Kalau begitu ayo kita buka P3K nya,lalu pakaikan perbannya.”Tanggap Hasan.Merekapun membuka kotak P3K dan langsung mengobati lukanya.Untung saja sungainya tidak dalam,selain itu juga tidak deras.
Mereka melanjutkan perjalanan menuju Bukit Serunai.Karena di dalam hutan ,mereka tidak mendengar suara adzan.Sukma tahu bagaimana caranya mereka tahu kapan waktunya ibadah,tentunya denga cara melihat matahari.Matahari sudah di atas tepat di atas kepala mereka,Sukma pun memberitahu temen-temannya untu melaksanakan shalat.”Ayo kita sholat dulu,keburu waktunya habis.”Kata Sukma.Mereka pun shalat dengan beralaskan batu besar di tepi sungai tempat Wiwit jatuh tadi.Setelah itu mereka membuka makanan untuk makan siang.Mereka membawa masing masing nasi timbel dengan tahu,tempe,dan sambal.Tak lupa juga untuk makanan selama 3 hari di perkemahan.
Setelah titu mereka melanjutkan perjalanan menuju Bukit Serunai.Namun,Dasen tidak sengaja menemukan ular.”Hei teman-teman,ada ular disini.”Dasen memberitahukan semuanya.”Mana Sen,biar ku tangkap.”Kata Barli.Barli memang terampil menjinakan ular,ayahnya kan pawing ular di desa.Sehingga ,bila ada ular,warga desa pun memanggilnya.Barli pun langsung menangkapnya,tetapi dia tidak akan membunuhnya.”Bagaimana pun juga,ular pun juga sama-sama mahkluk Tuhan kan.”Tanggap Barli.
Mereka pun melanjutkan perjalanan.Tak lama kemudian,Sukma mendengar suara teriakan dari belakang.Ternyata Reni terjatuh.”Kenapa dia,apakah di terjatuh.”Tanya Sukma.Dia tergelincir akibat menginjak tanah yang becek dan licin itu.”Jawab Wiwit.”Tapi apakah dia terluka?”Tanya Hasan lagi.”Ya, kakinya lecet,berdarah lagi,tapi tidak parah kok.”Jawab Marni.”Kalau begitu,Di perban saja.”Usul Barli.”Ya,ayo kita perban luka Reni.”Kata Dasen setuju.Mereka lalu membuka paket P3K nya lgi untuk mengambil perban.Sesudahnya,Sukma berkata”Apakah kamu sudah baikan?Tanya Sukma.”Udag kok,lagi pula udah bisa jalan.”Jawab Reni sambil merintih kesakitan dengan memegang lukanya,menahan perih.”Aku saja yang menununmu jalan,sampai di tenda.”Kata Marni.”Kalau begitu ayo kita lanjutkan perjalanan.”Kata Barli.”Ayo.”Jawab serentak.





Berkemah di Bukit Serunai
Sesampainya di Bukit Serunai,mereka lalu mendirikan dua tenda,satu untuk laki-laki dan satu untuk perempuan.”Akhirnya jadi juga tendamya.”Seru Wiwit.Mereka lalu mandi di sungai,sungai itu dekat,hanya berjarak dua meter dari tenda.Waktu ashar telah tiba,mereka pun shalat.
Sore hari mereka mengumpulkan api unggun di depan kedua tenda untuk membuat api unggun untuk menghangatkan badan di malam hari.Di waktu itu,Barli dan Dasen mengumpulkan kayu bakar.Sukma dan Hasan memancing ikan.”Bagaimana kayu bakarnya,apakah sudah terkumpul banyak?”Tanya Sukma setibanya di depan tenda dan menghampiri perempuan dengan membawa 8 ikan.”Belum,Barli dan Dasen sedang mengumpulkannya.”Jawab Marni sambil melihat Sukma.
Sedangkan perempuan,mengumpulkan tumbuhan rempah-rempah untuk bumbu ikan bakar.Pada malam hari,mereka duduk di dekat api unggun untuk menghangatkan badan sambil membakar ikan yang tadi didapat.”Enak ya ,malam hari gini duduk di dekat api unggun.”Kata Marni.Setelah itu mereka tertidur di tenda.
Keesokan harinya, mereka bangun pagi-pagi untuk sholat subuh.mereka pun sholat subuh pagi-pagi sekali.Setelah itu mereka berolah raga pagi di tengah udara yang segar.”betapa indahnya ala mini.”Kata Reni.”iyah,betapa nikmatnya alam bebas ini,seperti bebas dari masalah dan beban.”Kata Sukma.Kata mereka sambil menarik tangan ke atas.
Sesudah berolahraga,mereka pergi ke sungai untuk mandi.Di sungai mereka mandi sambil bermain air di air terjun.Betapa senangnya mereka,saat itu Barli, Dasen,Hasan dan Sukma bolak –balik nik turun batu untuk terjun bebas dari atas.Sedangkan perempuan asyik berendam sambil menyembur nyemburkan air satu sama lain,seperti sedang main perang-perangan.
“Aduh kau membasahi aku,akan kubalas kau.”Kata Marni.
“Maaf,aku tidak sengaja.Lagi pula itu kan air bukan battu,kalau batu sakitkan,masa begitu saja kesakitan.”Kata Wiwit.
“Huh,dasar kau.”Kata Marni.“Heh perempuan ayo kesini kita main loncat-loncatan.”Sahut Sukma dari atas batu tempat mereka terjun.”Gak mau ah,kan takut .loncat dari atas batu kan tinggi banget,ih ngeri.”Tanggap Marni.”Hah kalian ini penakut.”Kata Barli.Setelah bermain di sungai, mereka kembali ke tenda.Sesampainya di tenda mereka masing-masing pergi berpencar untuk mencari biji-bijian yang terjatuh dari pohon untuk di tanam di lahan yang kosong atau reboisasi.Kan penanaman pohon kembali bisa mengurangi dampak pemanasan global atau global warming.Lalu mereka serentak perke lahan yang kosong yang akan di Tanami pohon oleh mereka.“Apa yang kau tanam?”Tanya Sukma.”Aku menanam lima biji pala yang tadi aku temukan di bawah pohon pala.Semoga saja jika biji pala ini aku kubur,akan tumbuh pohon pala yang baru.”Kata Mirna.”Kalau kau apa?”Tanya Mirna kepada Sukma.”Aku menanam pohon Maja,tadi aku lihat ada biji Maja tergeletak,seperti ada yang mencabutnya.”Jawab Sukma.
Mereka semua sudah berkumpul di lahan yang kosong.”Apakah kalian sudah siap untuk melakukan reboisasi ?”Tanya Sukma kepada teman-temannya.”Siap.”Jawab serentak.”Kalau begitu ayo kita mulai sekarang saja.”Ajak Sukma.Mereka lalu menanam apa yang di dapat untuk ditanam kembali.Sesudah itu,mereka pergi ke tenda untuk melakukan shalat Dzuhur.Dengan air bersih dari sungai yang jernih, mereka berwudhu lalu sholat di dalam tenda.Setelah sholat,mereka istirahat sebentar untuk melepas lelah setelah main di sungai dan melakukan reboisasi.
Sukma lebih memilih duduk-duduk sambil membaca buku di hamparan rumput hijau.Hasan lebih memilih tidur tiduran di atas rumput,tepatnya di sebelah kiri Sukma.Barli dan Dasen lebih memilihmain catur di dalam tenda.Mirna dan Wiwit lebih memilih menggambar pemandangan yang di lihat mereka ,mereka kan pandai menggambar.Sementara Rahma dan Reni bernyanyi nyanyi sambil mnikmati pemandangan yang indah nan menawan.
Tidak terasa,sekarang waktunya sholat ashar.Mereka pergi ke sungai untuk mengambil air wudhu dahulu.Setelah berwudhu,mereka lalu melaksanakan sholat ashar di dalam tenda.Setelah sholat,Sukma dan Hasan memancing ikan.Barli dan Dasen mencari kayu bakar untuk api unggun.Sedangkan Rahma dan Wiwit mencari jagung di lading jagung yang ada di sebrang sungai ,mereka menyebrang sungai dengan meloncat dari batu ke batu .Reni mencari buah-buahan untuk cuci mulut.Sementara Marni menunggu di tenda sambil mencari rempah-rempah yang ada di sekitar lingkungan tenda untuk di jadikan bumbu untuk ikan bakar.
Malam harinya seperti biasa.Membakar ikan dan jagung sambil menghangatkan badan di lingkungan api unggun.”Nikmat rasanya bila setiap hari begini terus.”Kata Hasan sambil menikmati jagung bakarnya”Iya,tapi besok kita akan pulangkan.”Kata Sukma.”Tapi aku masih beta disini.”KataRahma.”Tapi kan keluarga kita menunggu di rumah.”Kata Marni.”Bagaimana pun juga kita harus pulang.Orang tua kita akan kerepotan bila tidak ada yangmembantu di rumah,sedangkan kita main terus.Kasihan kan.”Kata Sukma.”iya yah,kalau tidak ada di rumah,kita tidak bisa membantu orang tua.”Kata Hasan.









Perjalanan Pulang
Besoknya mereka bersiap untuk pulang ke desa.sebenarnya liburan masih panjang akan tetapi mereka tidak ingin orang tuanya repot karena terlalu lama berkemah.Setelah sholat subuh ,mereka membereskan tenda dan barang barang mereka ke dalam tas.Mereka pun berangkat pulang dengan hati senang tapi sedih.Senng karena mereka dapat pengetahuan baru,juga dapat membantu orang tua di rumah supaya tidak repot mengurus rumah.Dan Sedih karena mereka ingin menikmati pemandangan dan kegiatan di alam bebas seperti berenang di sungai,menikmati pemandangan alam sekitar, menikmati bakar ikan dan bakar jagung,melakukan reboisasi ,dan lain-lain.
Dalam perjalanan,mereka menemui petani jagung.”Hai dik,kalian mau kemana?”Tanya petani itu.”Kami mau pulang ke desa Heningsari.”Jawab Sukma mewakili teman-temanya.”Wah,desa itu masih sangat jauh,kalau tidak keberatan kalian singgah dulu saja disini.”Terimakasih pak,sebenarnya kami ingin singgah dulu,tapi waktu kami tidak cukup untuk sampai di rumah sore hari.Jadi kami permisi dulu ya pak.”Kata anak-anak.”Oh kalau begitu,ini ada sedikit bekal untuk kalian.”Lalu petani itu memberikan satu bungkus ubi rebus pada anak-anak.”Terimakasih pak.”Kata anak anak.
“Baik juga ya petani itu.”Kata Hasan.”Petani disini memang baik-baik.Waktu dulu saja ketika ayahku pulang dari sini dia di beri nasi kuning sebungkus.”Kata Sukma.”Dari mana kau tahu kalau petani disini baik-baik?”Tanya Dasen.”Dari ayahku.Soalnya dulu ayahku pernah berkemah disini ketika dia masih kecil bersama teman-teman.Lalu ayahku terjatuh di jalan setapak pinggir sawah itu,lalu dia di tlong oleh petani desa ini.Pulangnya di beri nasi kuning.Dan nasi kuning itu enak loh,ibu-ibu petani disini juga pinter masak.Ayah menceritakanya padaku.”Sekarang waktunya dzuhur,mereka pun segera mengambil air wudhu di pancuran terdekat lalu sholat di hamparan sejadah di atas batu.Setelah itu,mereka membuka ubi rebus yang diberikan petani tadi untuk makan siang.
“Huh ubi rebusnya enak yah.”Kata Marni.”Iya enak sekali,kan ini ubi asli dari alam.Selain itu di rebusnya juga di atas kayu bakar,pastilah enak.”Kata Wiwit.
Mereka pun makan dengan lahapnya.Ubi rebus dengan dimakan di tempat yang sjuk dan mempunyai panorama yang sangat indah,memang sangat nikmat.”Memang nikmat ya bila kita ada di tengah-tengah kenikmatan alam,”kata Rahma.”Makanya kita jangan merusak alam begitu saja,supaya kita bisa dapat terus menikmati keindahan alam yang berharga,”sambung Sukma.”Kalau begitu,reboisasi yng kita lakukan tadi bertujuan untuk melestaikan keindahan alam,”kata Barli.”Bukan hanya itu,tapi reboisasi juga bertujuan untuk mencegah banjir,longsor,dan kebakaran hutan.”Jelas Sukma.
Setelah itu ,mereka langsung beranjak dari tempat duduknya dan melanjutkan perjalanan pulang.Di perjalanan,mereka menemukan pohon berukuran kecil.Tingginya kira kira dua meter dan mempunyai daun yang lebat.Mereka heran,karena mereka tidak pernah melihat pohon itu sebelumnya.”Aha,aku ingat,dulu aku pernah melihat pohon itu di majalah.Tapi aku lupa namanya.”Kata Dasen.”Lalu apa yang kau ingat tentang pohon itu?”Tanya Sukma.”Pohon itu katanya dapat mengobati luka bengkak.”Jawab Dasen.Dengan jawaban Dasen tadi mereka teringat kepada adi Marni yang berumur 7 tahun.Dia bernama Nina.Dia menga lami bengkak pada bagian kelingking kakinya.Saat itu Nina jatuh karena terpeleset,alu kakinya tersandunng batu dan jari kelingkingnya tergencet batu.Dari saat itulah kelingking kaki Nina bengkak.
“Bagaimana cara mengobatinya?”Tanya Marni.”Cukup dengan menumbuk daun hingga berair hijau,lalu airnya di oleskan pada bagian yang bengkak.”Jelas Dasen.Mereka kemudian memetik daun pohon itu sebanyak dua puluh lembar dan memasukannya ke dalam tas Marni.Seteelah selesai,mereka melanjutkan perjalanan.
Tak lama kemudian,mereka mendengar suara adzan.Sepertinya ada mesjid di depan.Mereka lalu melihat sebuah desa kecil.Penduduknya tidak banyak akan tetapi sepertinya warganya baik-baik,bukktinya tidak ada yang wajahnya cemberut.Semuanya menyambut kami dengan senyuman ketika mereka datang.Bahkan mereka disuguhi makanan oleh ibu-ibu yang ada di sana.
Setelah itu,mereka berpamitan kepada warga disana.”Perjalanan pulang berbada dengan perjalanan menuju tempat berkemah.”Kata Dasen.Mereka memang mengambil jalan yang berbeda dengan jalan ketika mereka bereangkat.Kan jalan dari desa Sukma ke Area perkemahan Bukit Serunai ada dua jalan .Ketika berangkat,mereka mengambil jalan Rarampang.
Jalan Rarampang yaitu jalan menuju Bukit Serunai melewati hutan lindung.Sedangkan jalan yang mereka lalui ini adalah jalan Porokan.Jalan Porokan adalah jalan menuju Bukit Serunai yang jaraknya lebih dekat.Jalan Porokan berbeda dengan jalan Rarampang.Jika Rarampang mlewati hutan lindung.Maka jalan Porokan lebih sering melewati desa-desa kecil.Karena itulah sekarang mereka seing menemui desa-desa kecil.












Kejutan Pelangi di Ujung Desa

Sampailahmereka di desa mereka.Mereka sangat senang.”Halo,kami sudah pulang.”Tapi tidak ada seorangpun yang menyambut mereka.Mereka sangat sedih.Lalu mereka pergi ke sebuah batu besar di bukit kecil.Dari sana mereka dapat melihat desnya.Mereka duduk terhampar di batu itu.Lal mereka mendengar suara dari balik semak-semak.”Apa itu,jangn-jangan hewan buas.”Kata Barli.Lalu alangkah terkejutnya mereka ketika melihat semua warga di desa mereka menyambutnya di tempat itu.”Kalian,ku kira kalian sudah lupa hari ini kami akan datang.”Kata Sukma terkejut.”Kami tau kalian akan kesini.Jadi kami ingin menyambut kalian dengan masakan ini.”Kata ibu Sukma.Mereka lalu menyantap makanan itu sambil melihat pelangi yang menghiasi langit sampai ke ujung desa.


Tamat!!!!!!

Tabrak Benteng Hijau


-->
Tabrak Benteng Hijau
          Saat itu di sekolah ada pelajaran olahraga,aku dan teman-temanku berolahraga dengan berlari mengelilingi suatu daereh sejauh kira-kira 4 km.Aku bersama temanku muthia berlari,mula-mula aku dan muthia berada di tengah-tengah barisan.Tapi karna aku sudah kecapean,akhirnya akulari dengan 10 orang temanku yang berada di garis belakang karena muthia sudah jauh di depan meninggalkan aku.
          Karena aku dan 10 orang temanku ketinggalan,akhirnya kami mampir dulu ke rumah Dena temanku yang juga ikut berlari.Untunglah rumah Dena tak jauh dari tempat kami berlari.Aku dan temanku disuguhi minuman dingin dan snack.
           ‘’Aduh capeknya,untung saja ada minuman dingin,jadi seger deh’’kata Dinda temanku
           ‘’yah,aku tidak mengira kita akan berlari sejauh ini’’tanggap aku.
            Karena setelah lari di sekolah istirahat,ya kami puas-puaskan saja beristirahat di rumah dena.Berada di rumah dena sangat sejuk karena dekat dengan sawah.Serasa berada di desa.Aku dan teman-temanku pergi ke sekolah karena merasa tnaga kami terasa pulih kembali.Kami melewati rel keeta api.Ketika kami berada di atas trotoar rel kereta yang ada rumput menyerupai benteng aakan tetapi lebih pendek kira-kira 40cm,Dinda kelihatan seperti yang kelelahan.Lalu dena mencoba menabrak Dinda yang kelihatan pura-pura kelelahan.Tetapi akhirnya dinda menimpa rumput yang bentuknya seperti benteng.Awalnya kami mengira rumput itu kuat,tapi rumput itu malah rusak dan roboh.Sementara Dinda duduk kelelahan di atas rumput benteng itu sambil ketawa-ketawa.Kami pun ikut tertawa terbahak-bahak.Lalu karena Dinda tubuhnya agak gemuk,aku bilang’’ADA GAJAH TUBRUK BENTENG HIJAU’’.hehehe…………
Cerita itu paling berkesan sepanjang aku melaksanakan pelajaran olahraga.